Satgas BLBI, Polri Sita Aset Senilai Rp 5,9 Triliun 

    Satgas BLBI, Polri Sita Aset Senilai Rp 5,9 Triliun 

    JAKARTA- - Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) yang dilibatkan dalam Satuan Tugas (Satgas) penanganan hak tagih negara dana BLBI berhasil mensita aset senilai Rp 5, 9 triliun untuk dikembalikan kepada negara. 

    Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyampaikan, total aset tersebut berupa pengamanan dan penguasaan fisik dari aset yang dimiliki oleh obligor atau debitur dana BLBI. 

    “Rp 5, 9 triliun nilai aset yang disita, pengamanan dan penguasaan fisik aset obligor, ” kata Kapolri dalam keterangan tertulis, Kamis (27/1). 

    Disamping itu, Kapolri menyampaikan upaya korps bhayangakara dalam mengungkap kasus kejahatan terhadap kekayaan negara atau tindak pidana korupsi terus dilakukan secara masif. Dimana selama tahun 2021, Polri telah menangani 247 kasus tindak pidana korupsi. 

    “Berdasarkan penilaian BPK dan BPKP, total kasus keuangan negara senilai 442 miliar berhasil diselamatkan atas penyidikan perkara korupsi sepanjang tahun 2021. Jumlah tersebut meningkat 18, 5 persen dibanding tahun 2020, ” kata mantan Kabareskrim Polri ini. 

    Tidak hanya melakukan penidakan, upaya pencegahan juga dilakukan melalui perbaikan sistem secara terukur melalui perbaikan Indeks Persepsi Korupsi (IPK) di Indonesia. 

    Sebab, kata Listyo Sigit, hasil penelitian menunjukan bahwa angka peningkatan IPK sebesar 1 poin berkontribusi terhadap peningkatan Gross Domestic Product sebesar 1, 7 persen atau Rp 273 triliun. 

    “Untuk penguatan upaya pemberantasan korupsi, Polri juga telah merekrut 44 mantan pegawai KPK dengan mengedepankan upaya pencegahan korupsi dan pengembalian keuangan negara, ” beber mantan Kapolda Banten ini. 

    Disisi lain, Mantan Kadiv Propam ini menambahkan, sepanjang tahun 2021 Polri telah mengungkap 324 kasus tindak pidana kejahatan kekayaan alam berupa ilegal loging, 350 ilegal mining dan 35 kasus ilegal fishing. 

    “Total kasus yang diselesaikan sebanyak 247 kasus dari 557 kasus, ” kata Listyo Sigit. 

    Penegakan hukum tegas kepada pelaku perusak alam ini, merupakan komitmen Polri dalam melindungi kekayaan alam Indonesia dari perusak hutan lindung yang mengakibatkan bencana alam.

    Jakarta
    Anton atong sugandhi

    Anton atong sugandhi

    Artikel Sebelumnya

    Polri Ungkap 2 Kasus Penghimpunan Dana Ilegal...

    Artikel Berikutnya

    Mentan Syahrul Yasin Limpo Dorong Eksportir...

    Berita terkait

    Peringkat

    Profle

    Syafruddin Adi

    Achmad Sarjono

    Achmad Sarjono verified

    Postingan Bulan ini: 137

    Postingan Tahun ini: 1625

    Registered: Jul 17, 2020

    Afrizal

    Afrizal verified

    Postingan Bulan ini: 122

    Postingan Tahun ini: 1030

    Registered: May 25, 2021

    Maskuri

    Maskuri

    Postingan Bulan ini: 81

    Postingan Tahun ini: 179

    Registered: Mar 10, 2022

    KOREM 082CPYJ KOTA MOJOKERTO

    KOREM 082CPYJ KOTA MOJOKERTO

    Postingan Bulan ini: 70

    Postingan Tahun ini: 456

    Registered: Oct 11, 2021

    Profle

    REPLIZAR

    Jaga Kondisi Badan Sehat, Pegawai Lapas Pasir Putih Olahraga Rutin
    Petugas Lapas Pasir Putih Selalu Sedia Pelampung Kala Menyebrang Dermaga Wijayapura
    Mitigasi Resiko, Siap Siaga kamtib Lapas Pasir Putih Lakukan Pengecekan APAR
    CPNS 2021 Lapas Pasir Putih NK Ikuti Pelatihan Dasar melalui Aplikasi Massive Open Online Course

    Follow Us

    Recommended Posts

    Meski Jadi Wagub Sumbar, Harta Kekayaan Audy Joinaldy Tidak Bertambah ataupun Berkurang
    Indekos Sekitar ITS Mana yang Paling Ideal?
    Unija Gandeng BPN Tingkatkan Literasi di Luar Kampus
    Persiapkan Pendamping UKM, ITS Gelar Diklat Bersertifikasi BNSP
    ITS Gelar Upacara Peringatan Hardiknas