Ilham Bintang: Jejak Pak Harto Dalam Dua Film Tentang Peristiwa 1 Maret 1949

    Ilham Bintang: Jejak Pak Harto Dalam Dua Film Tentang Peristiwa 1 Maret 1949

    JAKARTA - Tidak sulit  menemukan jejak rekam  Soeharto  di dalam peristiwa bersejarah Serangan Umum  1 Maret 1949 di Yogyakarta. Nonton saja film "Enam Djam di Yogya", produksi Perfini tahun 1951, karya sineas legendaris Indonesia, Usmar Ismail. Film kedua, "Janur Kuning" produksi tahun 1979, karya sutradra kawakan Alam Rengga Surawidjaya. 

    Kebetulan "Janur Kuning" akan ditayangkan Minggu (13/3) malam ini di TVOne.  Film itu dibintangi Kaharuddin Syah, Dicky Zulkarnaen, dan Sutopo HS. 

    Penayangan film berlatar sejarah tersebut menarik perhatian di tengah gencarnya polemik antara politisi Gerindra Fadli Zon dengan Menkumham Mahfud MD mengenai peran Soeharto dalam peristiwa itu. Polemik dipicu Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 2 tahun 2022 yang menetapkan Serangan Umum 1 Maret 1949 sebagai Hari Penegakan Kedaulatan Negara.  

    Namun,  dalam Keppres, nama Pak Harto hilang. Yang tercantum hanya empat tokoh: Sri Sultan Hamengkubuwono IX, Jendral Sudirman, Soekarno, dan Mohammad Hatta. Menurut Mahfud itulah  nama tokoh-tokoh yang dianggap memiliki peran penting dalam peristiwa Serangan Umum 1 Maret. Padahal, dalam buku-buku sejarah dan juga setidaknya dalam dua film produksi nasional, Soeharto yang  memimpin serangan itu.  

    WARTAKESEHATAN.CO.ID
    market.biz.id WARTAKESEHATAN.CO.ID
    20% Rp 125.000
    Beli sekarang!

    Polemik Fadli Zon dengan Mahfud MD  dimulai di media sosial " twitter"  dan sekarang meluas melibatkan banyak ahli sejarah.  Fadli Zon, Doktor Sejarah jebolan Universitas Indonesia kebetulan pernah pula membuat penelitian tentang Serangan Umum 1 Maret 1949. Dia menganggap Keppres 2/2022 menggelapkan sejarah. Mahfud MD, mengatakan, nama Soeharto tetap tercantum dalam naskah akademik Keppres, bahkan ditulis sebanyak 48 kali. 

    "Keliru Pak Mahfud. Dalam Serangan Umum 1 Maret 1949, Soekarno dan Hatta masih dalam tawanan di Menumbing. Pemerintahan dipimpin PDRI (Pemerintah Darurat RI) di bawah Sjafroeddin Prawiranegara. Tak ada gagasan dari Soekarno dan Hatta dalam peristiwa itu. Jangan belokkan sejarah!" kata Fadli.

    HARIINI.CO.ID
    market.biz.id HARIINI.CO.ID
    20% Rp 125.000
    Beli sekarang!

    Jas Merah tvOne

    Direktur Programming tvOne, Reva Deddy Utama, mengatakan penayangan film sejarah di medianya  memang selalu dikaitkan  dengan peringatan momentum hari bersejarah. Seperti film "G30S PKI" yang ditayangkan setiap akhir bulan September. Demikian juga  film  "Janur Kuning" karena berkaitan dengan hari bersejarah yang terjadi di bulan Maret. Kalau ada  polemik mengenai itu, pihaknya menganggap itu menjadi newspeg  untuk promosikan penayangan filmnya. 

    MEDIATOR.CO.ID
    market.biz.id MEDIATOR.CO.ID
    20% Rp 125.000
    Beli sekarang!

    "Tiga tahun belakangan ini, tvOne memang setiap dua pekan sekali menayangkan film perjuangan, dengan banner "Jas Merah" (Jangan Melupakan Sejarah), " sambung Reva, Jumat (11/3 malam. 

    Pakar telematika Roy Suryo juga menyoal penghilangan nama Pak Harto dalam sejarah serangan umum 1 Maret 1949. Mantan Menteri Pemuda & Olahraga itu yang pertama kali mengingatkan di akun twitternya minggu lalu mengenai  peran Soeharto yang tidak hanya muncul dalam film yang diproduksi di masa Orde Baru. 

    Taruhlah dalam film "Janur Kuning" peran Pak Harto dilebih - lebihkan  karena dibuat di masa beiau berkuasa. Tapi menghilangkan sama sekali peran beliau, jelas itu penggelapan sejarah. Karena peran Pak Harto nyata. Nonton Film Enam Djam di Yogya yang dibuat tahun 1951.

    Waktu  itu Pak Harto belum punya posisi penting dalam pemerintahan. Film itu jelas menyebut perannya. Malah,  hanya Pak Harto dan Sri Sultan Hamengkubuwono IX yang disebut, " papar Roy Suryo  Jumat (11/3) malam ketika saya hubungi. Tak lupa dia  mengirimkan link film tersebut di YouTube. "Mas lihat di menit ke 30, " sambungnya. 

    Tersimpan Utuh di Sinematek

    Kepala Sinematek Indonesia, Akhlis Suryapati yang dihubungi Jumat, menyatakan copy film " Enam Jam di Jogya" masih tersimpan rapi di lembaganya.  Dia pun mengirimi saya rekaman bagian yang menyebut nama Pak Harto dalam dua versi film hitam putih dan versi berwarna. 

    Dalam film "Enam Djam di Yogya" jelas nama Soeharto dan Sri Sultan Hamengkubuwono IX masng - masing disebut dua kali. Rinciannya berikut. 

    Pada menit ke 30.20. "Pak Harto sudah mengerti, segala sesuatu yg sudah saudara-saudara ajukan itu”, kata pemeran dalam film kepada kawan-kawannya. Berikutnya pada menit  ke 58.01. "Saya baru saja kembali dari rapat WK-102, untuk menerima perintah dari Kolonel Letnan Soeharto, guna mengadakan serangan umum terhadap Jogja.”

    Adapun Sri Sultan Hamengkubuwono disebut  pada menit  ke 36.31 : "Yang saya maksud di sini  ialah, bahwa Sri Sultan sekalipun menyatakan persetujuan, malah menganjur-nganjurkan”. Pada menit ke 36.39: "Kalau Sri Sultan setuju, ya kita juga setuju.” Sampai film habis, nama Soekarno dan Hatta malah tidak disebut

    Film "Enam Djam di Yogya" adalah film pertama yang dengan sadar melukiskan  Serangan Umum 1 Maret 1949 sebagai peristiwa nyata yang terkenal dalam sejarah revolusi Indonesia. Meski disajikan secara fiksi  tetapi fakta nyata menjadi acuannya. Kisah  disuguhkan Usmar Ismail lebih dari sisi rakyat atau tentara yang berpangkat rendah.

    Tekanan Belanda membuat rakyat menderita dan berbagai  sikap. Ada yang mendukung perjuangan tentara, ada yang menggerutu. Tentara yang memeras rakyat pun sekilas dilukiskan. Kesulitannya adalah menyatu padukan sikap, gerakan dan menegakkan disiplin semua anggota gerakan. Ada juga terselip kisah cinta.

    Tidak ada tokoh yang menonjol dalam kisah, karena begitu banyak pihak yang diceritakan sedikit-sedikit. Yang jadi tujuan memang pelukisan peristiwa itu secara global.
    Film "Enam Djam di Yogya " dibintangi antara lain oleh Del Juzar, R. Sutjipto dan Aedy Moward. Itu adalah  film  kedua yang diproduksi oleh PERFINI. Film itu mendulang kesuksesan besar di Indonesia. Film pertama produksi Perfini adalah " Darah & Doa" ( Long March Siliwangi)  yang juga disutradarai Usmar Ismail, produksi tahun 1950. 

    HUMAS.TV
    market.biz.id HUMAS.TV
    20% Rp 125.000
    Beli sekarang!

    Semoga saja para ahli sejarah kita tergerak untuk meluruskan, bukan hanya yang terkait dengan peristiwa Serangan Umum 1 Maret di Yogya. Melainkan seluruh sejarah perjalanan bangsa Indonesia. Bangsa yang besar adalah bangsa yang mengenal dan menghormati sejarahnya. Itu kata Bung Karno, Proklamator dan Presiden pertama RI.

    Jakarta, 12 Maret 2022

    Ilham Bintang

    Jurnalis Senior Indonesia

    Ilham Bintang Soeharto
    POLITISI.ID

    POLITISI.ID

    Artikel Sebelumnya

    Gubernur Sultra Titip Martosiswoyo Pada...

    Artikel Berikutnya

    Petani dan Penyuluh Sambut Baik Program...

    Berita terkait

    Peringkat

    Profle

    Achmad Sarjono verified

    Afrizal

    Afrizal verified

    Postingan Bulan ini: 454

    Postingan Tahun ini: 1603

    Registered: May 25, 2021

    Syafruddin Adi

    Syafruddin Adi verified

    Postingan Bulan ini: 444

    Postingan Tahun ini: 2112

    Registered: Apr 8, 2021

    Indra Gunawan

    Indra Gunawan verified

    Postingan Bulan ini: 167

    Postingan Tahun ini: 552

    Registered: Nov 15, 2021

    KODIM SURABAYA TIMUR

    KODIM SURABAYA TIMUR verified

    Postingan Bulan ini: 141

    Postingan Tahun ini: 438

    Registered: Oct 4, 2021

    Profle

    Nanang suryana saputra verified

    Ada Apa Di Hutan Sirah Warangan Desa Bangunkarya Pangandaran
    Ini Salah Satu Yang Dilakukan Serda Andrianis Saat Komsos Dengan Warga Masyarakat
    Giat Kapolsek Cikakak di HUT Bhayangkara ke 76
    Berbagai Kegiatan Sosial di Koramil Jampangkukon pada Sail and Touring Sekeseler Siliwangi di Wilayah Kodim Sukabumi

    Rekomendasi

    Bhakti Hari Bhayangkara ke-76 Kapolsek Gunungsari Kunjungi  Purnawirawan Dan Warakawuri Polri.
    Lepas Kontingen NTB ke FORNAS, Gubernur Pesan Jaga Nama Baik Daerah
    Kemenko PMK dan FDKV Universitas Widyatama  Latih Para Pelaku UMKM Desa Nyalindung Kabupaten Sumedang  di Bidang Branding dan Kemasan
    Berganti Warna, Sepuluh Penyandang Disabilitas Kelir Balaikota Padang
    Aksi Demo Masyarakat Kecamatan Sidamanik Tolak Kebijakan, Manajemen PTPN IV: Telah Diklarifikasi Tidak Ada Konversi Tanaman

    Ikuti Kami